• Selasa, 16 Agustus 2022

Gugus Tugas Reforma Agraria Summit 2022, Presiden Joko Widodo: Saya Tidak Bisa Menoleransi Kerugian Negara

- Sabtu, 11 Juni 2022 | 10:13 WIB
Presiden Joko Widodo. Foto: BPMI/Setpres
Presiden Joko Widodo. Foto: BPMI/Setpres

Wakatobi, beritayudha.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Gugus Tugas Reforma Agraria Summit 2022 di Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada tanggal 8 sampai dengan 10 Juni 2022 dengan mengangkat tema “Menuju Puncak Presidensi G20: Pemulihan Ekonomi yang Inklusif dan Berwawasan Lingkungan melalui Reforma Agraria, Harmonisasi Tata Ruang, dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Kepulauan.”

Presiden Joko Widodo meresmikan pembukaan Pertemuan Puncak Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Summit 2022 di Marina Togo Mowondu, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam peresmian tersebut, Presiden Joko Widodo menegaskan seluruh jajaran pemerintah, baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk dapat dirinya tidak akan mentoleransi jajarannya yang masih mengedepankan ego sektoral dalam menyelesaikan segala permasalahan yang ada di masyarakat, salah satunya mengenai sengketa lahan.

“Saya ingatkan lagi, saya tidak bisa menoleransi terjadinya kerugian negara, terjadinya kerugian masyarakat yang disebabkan oleh ego sektoral dan ego lembaga. Itu sudah, stop. Cukup. Persoalan dimulai dari sini, semuanya harus membuka diri” ucap Presiden Joko Widodo, Kamis (9/6/2022).

Selain itu, Presiden mengatakan bahwa permasalahan sengketa tanah harus segera diselesaikan. Presiden menyebut, hal tersebut bukan suatu permasalahan yang kecil dan dapat berdampak pada kehidupan sosial bahkan kondisi perekonomian masyarakat.

“Ini hati-hati dampak sosial, dampak ekonominya kemana-mana. Dan kalau sudah pegang yang namanya sertifikat, ini bisa memberikan trigger kepada ekonomi karena bisa dipakai untuk kolateral, bisa dipakai untuk jaminan, untuk mengakses permodalan ke bank, ke lembaga keuangan,” tutur Joko Widodo.

Lebih lanjut, Presiden berharap keberadaan GTRA, seluruh Kementerian/Lembaga serta pemerintah daerah dapat saling bersinergi dan berintegrasi dalam menyelesaikan permasalahan sengketa lahan.

“Saya sangat menghargai pertemuan GTRA ini. Gugus Tugas Reforma Agraria yang kita harapkan segera bisa mengintegrasikan, memadukan seluruh kementerian, lembaga, dan juga pemerintah daerah semuanya bekerja dengan tujuan yang sama menyelesaikan masalah-masalah lahan yang ada di masyarakat, tidak ada yang lain, agar sengketa lahan bisa kita selesaikan,” ucap Joko Widodo.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam kegiatan GTRA Summit 2023 antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN Sofyan A. Djalil, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, dan Bupati Wakatobi Haliana.

Halaman:

Editor: Mulyono Sri Hutomo

Tags

Terkini

X