• Kamis, 21 Oktober 2021

Ribuan Warga Kulonprogo Yogyakarta Ikuti Vaksinasi COVID-19

- Selasa, 24 Agustus 2021 | 14:23 WIB
Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin

Yogyakarta, beritayudha.com - Ribuan orang warga Kabupaten Kulonprogo, D.I. Yogyakarta mengikuti vaksinasi COVID-19 di Taman Budaya pada Sabtu (21/8). Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Target sebanyak 3.500 orang yang akan divaksinasi hari ini, dan besok masih akan dilaksanakan vaksinasi massal dengan target 2000 orang. Vaksinasi ini merupakan suntikan dosis pertama terhadap warga berusia 18 tahun ke atas.

Sebanyak 61 tenaga kesehatan yang dilibatkan dari TNI, Polri, dan organisasi profesi kedokteran.

Terkait vaksinasi massal tersebut, pemerintah Kulonprogo telah menerima 600 ribu dosis vaksin dari pemerintah pusat. Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo dr. Sri Budi Utami, M.Kes mengatakan dengan adanya kiriman vaksin dan kerja sama tenaga kesehatan, ia menargetkan sebanyak 342 ribu warga Kulonprogo selesai divaksinasi pada September hingga Oktober 2021.

''Sasaran hari ini anak sekolah 1.500 dan masyarakat umum 2.000 orang. Kami tetap menajalankan protokol kesehatan, sejauh ini tidak ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang terjadi, bahkan sejak 29 Januari sampai sekarang tidak ada KIPI,'' katanya dalam vaksinasi massal di Taman Budaya Kulonprogo, Sabtu (21/8/2021).

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kedatangannya ke Taman Budaya itu untuk melihat vaksinasi dan progres testing dan tracing di Kulonprogo.

''Penting bapak/ibu, yang namanya testing tracing itu dilakukan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kalau misalnya ada yang sakit keluarganya dikumpulkan dan dilaporkan ke Puskesmas. Itulah bagian dari testing atau pelacakan supaya bisa dites. Insyaallah harusnya lebih dari 95 persen akan sembuh, yang penting cepat dites,'' kata Menkes Budi.

Ia menekankan kepada masyarakat jangan malu atau merasa takut dites, jangan sampai ketika terkonfirmasi positif pada saat masuk ke rumah sakit sudah terlambat jadi tidak tertolong.

''Oleh karena itu tolong disosialisasikan (kepada masyarakat) kalau misalkan ada yang kena virus jangan takut dites, jangan takut dilacak. Siapa saja yang pernah bertemu kemudian yang bersangkutan dites, kalau sudah ketemu lalu dirawat baik diisolasi terpusat maupun di rumah sakit Insyaallah sembuh,'' ucapnya.

Halaman:

Editor: Mulyono Sri Hutomo

Tags

Terkini

Gerakan Mobil Masker Menembus Pantura

Kamis, 2 September 2021 | 14:27 WIB
X