• Selasa, 17 Mei 2022

Luncurkan JARVIS 2022, Kemenperin Cetak SDM Industri Unggul Future Skill 4.0

- Kamis, 14 April 2022 | 18:24 WIB
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI)Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI)Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan

Jakarta, beritayudha.com - Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI)kembali meluncurkan program Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) tahun 2022. JARVIS merupakan platform inovasi BPSDMI Kemenperin dengan alamat website jarvis.kemenperin.go.id yang digunakan untuk melakukan proses seleksi penerimaan siswa dan mahasiswa baru secara daring pada seluruh unit pendidikan di bawah naungan Kemenperin, yakni 10 Politeknik, 2 Akademi Komunitas, dan 9 SMK.

Melalui JARVIS, Kemenperin juga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh lulusan Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Aliyah Kejuruan untuk masuk ke politeknik dan akademi komunitas Kemenperin, serta memberikan kesempatan bagi lulusan Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah untuk masuk ke SMK Kemenperin.

Baca Juga: Porang, Industri Agro Unggulan Masa Depan

Kepala BPSDMI Arus Gunawan dalam sambutannya mengemukakan, JARVIS diluncurkan sebagai bentuk komitmen Kemenperin untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas sehingga menjadi sumber daya manusia yang kompeten dan menjawab kebutuhan industri.

“JARVIS yang telah diselenggarakan ketiga kalinya ini merupakan upaya Kemenperin dalam beradaptasi dengan keadaan saat ini di mana kita harus bertransformasi ke dunia digital,” ujarnya, Kamis (14/4/2022).

Pada penyelenggaraan JARVIS 2022, Politeknik dan Akademi Komunitas Kemenperin memiliki target untuk menjaring 3.877 mahasiswa baru yang termasuk di dalamnya adalah 498 mahasiswa dengan bebas biaya kuliah, terdiri dari 96 mahasiswa di Politeknik Industri Logam Morowali, serta 120 mahasiswa di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal.

Berikutnya, 72 mahasiswa di Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng, dan 210 mahasiswa pada Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta. “Sedangkan untuk SMK, Kemenperin akan menampung sebanyak 2.537 siswa di SMK-SMAK/SMTI Kemenperin,” imbuhnya.

Seluruh unit pendidikan vokasi industri Kemenperin yang tersebar di 11 provinsi Indonesia telah menerapkan pendidikan berbasis kompetensi yang bermitra dengan industri penggunanya, mulai dari proses perekrutan, prakerin, sampai penempatan kerja sehingga seluruh lulusan sekolah dan kampus Kemenperin dapat terserap oleh industri, melanjutkan pendidikan, dan menjadi wirausaha.

“Sekolah dan kampus Kemenperin memiliki kualitas yang menjadi best practice penyelenggaraan pendidikan sistem ganda yang link and match dengan industri, terbukti dari terpilihnya SMAK Bogor dan SMTI Yogyakarta sebagai SMK terbaik di Indonesia pada posisi pertama dan ketiga selama dua tahun berturut-turut,” tutur Kepala BPSDMI.

Halaman:

Editor: Mulyono Sri Hutomo

Tags

Terkini

Indonesia Perkuat Penetrasi Pasar Tiongkok dan ASEAN

Sabtu, 11 September 2021 | 14:55 WIB

Porang, Industri Agro Unggulan Masa Depan

Minggu, 29 Agustus 2021 | 14:15 WIB

Terpopuler

X